الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي هَدَانَا لِهَذَا وَمَا كُنَّا لِنَهْتَدِيَ لَوْلَا أَنْ هَدَانَا اللَّهُ لَقَدْ جَاءَتْ رُسُلُ رَبِّنَا بِالْحَقِّ وَنُودُوا أَنْ تِلْكُمُ الْجَنَّةُ أُورِثْتُمُوهَا بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ
أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّاللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ.
اَللَّهُمّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلى مُحَمّدٍ وَعَلى آلِهِ وأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدّيْن
Alhamdulillah, tak terasa telah berakhir pada Bulan Syawwal, yang mana sebelumnya kita telah melaksanakan Hari Raya Umat Muslim sedunia, yakni Hari Raya Idul Fitri 1445 H.
Alhamdulillah dengan izin allah, kita akan memasukin di salah satu bulan diantara bulan-bulan haram. Yakni Bulan Dzulqo’dah. Sebagaimana Allah subhaanahu wa ta’alaa katakan :
إِنَّ عِدَّةَ الشُّهُورِ عِنْدَ اللَّهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِي كِتَابِ اللَّهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ذَلِكَ الدِّينُ الْقَيِّمُ فَلَا تَظْلِمُوا فِيهِنَّ أَنْفُسَكُمْ
”Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah adalah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menganiaya diri kamu dalam bulan yang empat itu.” (QS. At Taubah: 36)
Demikian juga, Syekh Abdurrahman As-Sa’di rahimahullah menjelaskan,
وهي: رجب الفرد، وذو القعدة، وذو الحجة، والمحرم، وسميت حرما لزيادة حرمتها، وتحريم القتال فيها
“Yaitu bulan Rajab, Zulkaidah, Zulhijah, dan Muharam. Dinamakan bulan Haram karena keharamannya bertambah, diharamkan membunuh pada bulan tersebut.” (Lihat Tafsir As-Sa’di)
Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda,
الزَّمَانُ قَدِ اسْتَدَارَ كَهَيْئَتِهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمَوَاتِ وَالأَرْضَ ، السَّنَةُ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا ، مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ، ثَلاَثَةٌ مُتَوَالِيَاتٌ ذُو الْقَعْدَةِ وَذُو الْحِجَّةِ وَالْمُحَرَّمُ ، وَرَجَبُ مُضَرَ الَّذِى بَيْنَ جُمَادَى وَشَعْبَانَ
”Setahun berputar sebagaimana keadaannya sejak Allah menciptakan langit dan bumi. Satu tahun itu ada dua belas bulan. Di antaranya ada empat bulan haram (suci). Tiga bulannya berturut-turut yaitu Dzulqo’dah, Dzulhijjah dan Muharram. (Satu bulan lagi adalah) Rajab Mudhor yang terletak antara Jumadal (akhir) dan Sya’ban.” (HR. Bukhari no. 3197 dan Muslim no. 1679).
Hasan Al-Bashri rahimahullah mengatakan,
إن الله افتتح السنة بشهر حرام وختمها بشهر حرام، فليس شهر في السنة بعد شهر رمضان أعظم عند الله من المحرم، وكان يسمى شهر الله الأصم من شدة تحريمه،
“Allah membuka awal tahun dengan bulan haram (Muharam) dan menutup akhir tahun dengan bulan haram (Zulhijah). Tidak ada bulan dalam setahun, setelah bulan Ramadan, yang lebih mulia di sisi Allah daripada bulan Muharam. Dulu bulan ini dinamakan Syahrullah Al-Asham (bulan Allah yang sunyi), karena sangat mulianya bulan ini.” (Lathaiful Ma’arif, hal. 34)
Semoga Allah tabaaraka wa ta’alaa memudahkan kita untuk melakukan amal-amal sholih di Bulan Haram (Dzulqo’dah) ini, dan semoga kita dipertemukan kembali di hari raya umat muslim berikutnya (Hari Raya Idul Adha). Baarakallahu fiikum
وصلى الله على نبينا محمد وعلى اله واصحابه وسلم

![917FA88F-D11B-4317-80FA-CCD555860B42 Bismillahirrahmanirrahim Alhamdulillahilladzi bini'matihi tatimmushoolihat Alhamdulillah berkat taufiq, hidayah dan pertolongan Allah subhaanahu wa ta'alaa. Kegiatan Buka Puasa Bersama & Kultum Menjelang Berbuka yang diisi oleh Ustadz Abu Ubaiedillah Arfandy Al-Kubary (Pengasuh Saung Al-Qur'an Jembatan Ilmu & Kuala Ilmu, Kubu Raya) Hafidzohullah berjalan dengan baik dan lancar. Kegiatan ini diselenggarakan pada hari Ahad, 24 Maret 2024 di Masjid Darul Hijrah (Komp. Rumah Quran bin Abdul Aziz), Jl. Karya Baru, Desa Sui Bembang. Kec. Kubu Kab. Kubu Raya. Kami ucapkan terima kasih banyak, Jazaakumullahu khoyron kepada seluruh panitia dan pihak yang telah berkontribusi didalam kegiatan ini. Dan juga kepada para Muhsiniin yang telah menginfakkan hartanya untuk kegiatan Buka Puasa Bersama ini. Semoga kita mendapatkan keutamaan yang Allah subhaanahu wa ta'alaa janjikan melalui lisan Nabi nya Muhammad Sholallahu'alaihi wasallam : Dari Zaid bin Khalid Al-Juhani radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, مَنْ فَطَّرَ صَائِمًا كَانَ لَهُ مِثْلُ أَجْرِهِ غَيْرَ أَنَّهُ لاَ يَنْقُصُ مِنْ أَجْرِ الصَّائِمِ شَيْئًا “Siapa memberi makan orang yang berpuasa, maka baginya pahala seperti orang yang berpuasa tersebut, tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa itu sedikit pun juga.” (HR. Tirmidzi no. 807, Ibnu Majah no. 1746, dan Ahmad 5: 192. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa hadits ini shahih) Kita memohon kepada Allah subhaanahu wa ta'alaa agar Allah menerima amalan-amalan sholih kita semua pada bulan yang penuh keberkahan dan ampunan ini. Dan juga kita memohon kepada Allah agar Allah memudahkan kita untuk senantiasa beramal sholih. Karena pada hakikatnya, kemudahan kita didalam beramal sholih adalah pertolongan Allah subhaanahu wa ta'alaa. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda pada Mu’adz, “Demi Allah, aku sungguh mencintaimu. Aku wasiatkan padamu, janganlah engkau lupa untuk mengucapkan pada akhir shalat (sebelum salam): اللَّهُمَّ أَعِنِّى عَلَى ذِكْرِكَ وَشُكْرِكَ وَحُسْنِ عِبَادَتِكَ "Ya Allah, tolonglah aku agar selalu berdzikir/mengingat-Mu, bersyukur pada-Mu, dan memperbagus ibadah pada-Mu].” (HR. Abu Daud dan Ahmad, shahih) Rabu, 27 Maret 2024 16 Ramadhan 1445 H](https://binabdulaziz.org/wp-content/uploads/2024/03/917FA88F-D11B-4317-80FA-CCD555860B42-300x178.jpeg)